Di suatu coffee shop hidden gem di Jakarta Selatan, 3 sahabat—Reno, Aldi, serta Jovi—lagi bersandar sembari mantengin layar HP tiap- tiap. Mereka bukan semata- mata nangkring, tetapi ngejar scatter hitam di slot online Pragmatic.
” Bro, feeling saya hari ini auto gacor! scatter hitam tentu timbul!” asyik Jovi, matanya fokus ke layar.
” Adem, bro. Lo wajib mengerti bila stop serta bila ngegas lagi,” jawab Aldi, sang analis strategi dalam trio mereka.
Reno diem aja. HP- nya sedang bercahaya, tetapi ia justru lihat kosong ke luar jendela.
” Saya tuh kadangkala kepikiran, bro. Kita masing- masing hari ngejar jackpot, ngejar scatter hitam , tetapi kayak… tak terdapat ujungnya,” ucap Reno seketika.
Aldi serta Jovi silih melirik. Ini abnormal. Umumnya Reno sangat gaspol jika hal slot.
” Arti lo?” pertanyaan Aldi.
” Saya ngerasa seperti terdapat kota di otak saya yang saya sempat kunjungin, tetapi tak terdapat di ingatan saya. Kota yang bisa jadi dapat kasih kita balasan mengenai apa yang sebenernya kita cari.”
Jovi ngakak.” Anjir, lo ngomongnya seperti film sci- fi.”
Tetapi Aldi justru sungguh- sungguh.” Lo ingin kita ke kota itu?”
Reno angguk.” Betul, jika kota itu beneran terdapat, kita wajib nemuin jackpot yang terdapat di situ.”
Tingkat 1: Ekspedisi KE KOTA TANPA NAMA
Satu hari setelah itu, mereka naik mobil persewaan, jalur ke arah utara, ke wilayah yang apalagi Google Maps kayaknya kurang ingat masukin ke database. Kota ini tak sempat terdapat di itinerary siapapun.
Di ekspedisi, Jovi sedang buka scatter hitam Pragmatic.” Bro, kita tak mengerti tujuan kita, tetapi kita mengerti satu perihal: scatter hitam akan senantiasa terdapat untuk kita.”
Reno senyum pipih.” Bisa jadi scatter hitam itu seperti kehidupan. Random, misterius, serta penuh kejutan.”
Aldi ngangguk.” Tetapi beda serupa slot, hidup tuh tak dapat di- reset ataupun di- spin balik.”
Jovi diem. Itu bisa jadi awal kalinya ia tak dapat ngebales gunakan jokes.
Tingkat 2: KOTA YANG TERSEMBUNYI
Mereka kesimpulannya sampe di kota yang abnormal. Tak terdapat julukan di plang masuknya. Jalannya kosong, tetapi rumah- rumahnya keliatan apik. Terdapat banyak orang, tetapi mereka diem aja, seperti kurang ingat metode ngobrol.
Di tengah kota, terdapat gerai kecil. Mereka bertiga masuk serta bertemu seseorang laki- laki berumur yang lagi minum kopi sembari mantengin layar HP jelek.
” Kamu nyari apa?” pertanyaan laki- laki itu.
” Kita nyari jackpot, Pak,” jawab Reno.
Laki- laki itu ketawa kecil.” Jackpot? Jackpot yang mana? Yang di layar ataupun yang di hidup kamu?”
Jovi yang umumnya sangat bebas seketika bimbang jawabnya.
” Gue… tak mengerti, Pak,” tuturnya ayal.
” Dahulu, kota ini marak,” laki- laki itu mulai narasi.” Banyak orang pada ke mari untuk cari suatu. Tetapi mereka kurang ingat apa yang mereka cari. Saat ini mereka diem aja, terperangkap dalam spin yang tak sempat menyudahi.”
Aldi narik nafas.” Berarti kita pula nyaris seperti mereka?”
Laki- laki itu angguk.” scatter hitam itu bukan mengenai berhasil ataupun takluk. Tetapi mengenai bila kamu wajib menyudahi nyari.”
Tingkat 3: JACKPOT YANG SEBENARNYA
Mereka pergi dari gerai itu serta lihat kota yang hening. Kota ini seperti bayangan dari kepala mereka sendiri—selalu muter, senantiasa nyari suatu, tetapi tak sempat nemuin balasan yang bener.
” Jadi, jackpot yang sebenernya itu apa, bro?” pertanyaan Jovi ke Reno.
” Bisa jadi kita udah berhasil dari dini,” jawab Reno.
Mereka bertiga diem. Jovi nutup aplikasi slot di HP- nya. Aldi matiin pemberitahuan permainan. Reno bebas earphone serta nikmatin suara angin yang melalui.
Dikala mereka balik ke Jakarta, kota itu lama- lama lenyap dari GPS mereka. Seakan tak sempat terdapat, seakan hanya bagian dari kepala mereka. Tetapi yang mereka dapetin di situ akan senantiasa terdapat di ingatan mereka.
Serta buat awal kalinya, mereka siuman: jackpot terbanyak bukan hanya di scatter hitam pragmatic , tetapi di momen- momen yang tak dapat diulang.
” Bro, kita berhasil.”